Selamat Datang! di Cafebahasa dan Edukasi Blog Informasi dan Tutorial Pendidikan. Kirim artikel Anda untuk diposting

Minggu, 15 Januari 2012

Media Audio Visual


Pengertian Media Audio Visual
 
Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi, istilah media yang sering disebut dengan sebutan singkat dari media komunikasi. Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan masyarakat. Televisi dan radio adalah contoh media yang paling sukses menjadi pendorong perubahan. Audio-visual juga dapat menjadi media komunikasi. Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran dari media tersebut. Media audio-visual mengandalkan pendengaran dan penglihatan
dari khalayak sasaran (penonton). Produk audio-visual dapat menjadi media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan, media pembelajaran adalah contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. Media dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.
Pada masyarakat yang masih terbelakang (belum berbudaya baca-tulis) elemen-elemen multimedia tidak seluruhnya secara optimal menunjang komunikasi. Masyarakat terbelakang hanya mengenal gambar dan suara. Pada masyarakat modern seluruh elemen multimedia menjadi sangat vital dalam membangun kesatuan dan memperkaya informasi. Suara, teks, gambar statis, animasi dan video harus diperhitungkan sedemikian rupa penampilannya, sehingga dapat menyajikan informasi yang sesuai dengan ciri khas masyarakat modern yakni efektif dan efisien. Untuk kepentingan efektifitas dan efisiensi inilah kemudian muncul istilah multimedia yang bersifat infotainment (informatif sekaligus menghibur) dan multilayer (beberapa lapis tampil pada saat yang sama). Saat menyaksikan tayangan TV masyarakat telah terbiasa melihat sinetron sambil mencermati tambahan berita dalam bentuk teks yang bergerak di bagian bawah layar TV, dan sesekali melirik logo perusahaan TV di pojok atas.
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk dari kata ‘medium’ yang secara harafiah berarti ‘perantara atau pengantar’ (Asyhar, 2010:2). Dengan demikian media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Menurut Riana (Asyhar, 2010:33) melalui media suatu proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan. Dengan menggunakan media berteknologi seperti halnya komputer, multmedia, internet sangat membantu peserta didik dalam belajar dan memperkaya pengetahuan.
Hal ini dapat membantu peserta penyuluhan dalam mengembangkan imajinasi dan daya pikir serta kreatifnya. Informasi yang disampaikan penyuluh akan diterima langsung oleh peserta penyuluhan langsung melalui sel saraf dan dibawa ke otak. Dari situlah peserta penyuluhan mulai bergerak dengan cara menanyakan sesuatu yang dipahami, sehingga proses komunikasi dalam penyuluhan mulai efektif.
Media pendidikan merupakan alat bantu yang digunakan dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara peserta dengan penyuluh. Adapun yang termasuk ke dalam media pendidikan yaitu gambar-gambar, diagram yang berhubungan dengan penyuluhan. Penyuluh sebagai tenaga penyampai materi binaan hendaknya mampu memilih media yang tepat dalam proses penyuluhan. Pengatahuan dan pemahaman yang cukup dalam memilih media, yang sesuai materi penyuluhan akan menciptakan komunikasi yang seimbang antara peserta dengan penyuluh. Asyhar (2010:47) menyebutkan fungsi media yaitu:
  • Sebagai sumber belajar, yaitu sebagai penyalur, penyampai dan penghubung dari seorang kepada orang lain. 
  • Fungsi semantik, yakni fungsi yang berkenaan dengan kemampuan media pembelajaran memperjelas makna dari suatu kejadian, fakta, ungkapan, dll.
  • Fungsi fiktatif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan kemampuan media untuk menangkap, menyimpan, menampilkan kembali suatu objek atau kejadian.
  • Fungsi manipulatif, yakni fungsi yang berkaitan dengan kemampuan media untuk menampilkan kembali suatu objek atau peristiwa/kejadian.
  •  Fungsi psikologsi, yaitu fungsi yang berkaitan dengan aspek psikologis yang mencakup fungsi atensi (menarik perhatian).
  •  Fungsi sosio-kultural, yakni media pembelajaran dapat memberikan rangsangan persepsi yang sama kepada peserta didik.
Media sebagai alat bantu memegang peranan yang cukup penting dalam penyuluhan apabila penyuluh mampu memanfaatkannya dalam proses penyuluhan. Encyclopia of Educational Research merincikan manfaat media pembelajaran, seperti dikutip Midun (2009) dalam Arsyhar (2010:46) menjelaskan manfaat penggunaan media pembelajaran sebagai berikut:
  • Dengan media pembelajaran yang bervariasi dapat memperluas cakrawala sajian materi pembelajaran yang diberikan di kelas seperti, buku, foto-foto, dan narasumber.
  • Dengan menggunakan berbagai jenis media, peserta didik akan memperoleh pengalaman beragam selama proses pembelajaran.
  • Media pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang konkret dan langsung kepada peserta didik, seperti kegiatan karya wisata ke pabrik, pusat tenaga listrik, swalayan.
  • Media pembelajaran menyajikan sesuatu yang sulit diadakan, dikunjungi atau dilihat oleh peserta didik, baik karena ukurannya yang terlalu besar, seperti sistem tata surya, terlalu kecil seperti virus, atau rentang waktu prosesnya terlalu panjang.
  • Media pembelajaran dapat memberikan informasi yang akurat dan terbaru, misalnya penggunaan buku teks, majalah, dan orang sebagai sumber informasi.
  • Media pembelajaran dapat menambah kemenarikan tampilan materi sehingga meningkatkan motivasi dan minat serta mengambil perhatian peserta didik, untuk fokus mengikuti materi yang disajikan, sehingga diharapkan efektivitas belajar meningkatka pula.
  •  Media pembelajaran dapat merangsang peserta didik untuk berpikir kritis menggunakan kemampuan imajinasinya, bersikap dan berkembang lebih lanjut, sehingga melahirkan kreativitas dan karya-karya inovatif.
  • Penggunaan media dapat meningkatkan efisiensi proses pembelajaran, karena dengan menggunakan media dapat menjangkau peserta didik di tempat yang berbeda-beda dan di dalam ruang lingkup yang tak terbatas, pada suatu waktu tertentu.
  • Media pembelajaran dapat memecahkan masalah pendidikan atau pengajaran baik dalam lingkup mikro, maupun makro.
Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata) maupun non verbal. Ada beberapa media yang tergolong ke dalam media audio yaitu radio, alat perekam pita magnetik, piringan hitam, dan laboratorium bahasa (Sadiman, 2010:49). Sedangkan video adalah berhubungan dengan gambar dan indera pendengaran.

* dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar